Dokumentasi BAZNAS Kendal
BAZNAS KABUPATEN KENDAL LUNCURKAN PROGRAM PENDAYAGUNAAN EKONOMI PRODUKTIF 2026, DORONG MUSTAHIK TUMBUH, BERDAYA, DAN MANDIRI
16/09/2026 | markom baznas kendalKENDAL – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kendal terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Peluncuran Program Pendayagunaan Ekonomi Produktif BAZNAS Kabupaten Kendal Tahun 2026, yang menjadi langkah nyata dalam mendorong mustahik agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk tumbuh, mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan membangun kemandirian ekonomi.
Program pendayagunaan ekonomi produktif ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Kendal dalam mengembangkan pola penyaluran zakat yang memberikan manfaat secara berkelanjutan. Zakat tidak hanya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga diarahkan menjadi modal pemberdayaan yang dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kapasitas penerima manfaat.
Melalui pendekatan tersebut, bantuan zakat diharapkan dapat menjadi titik awal bagi mustahik untuk bangkit dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan adanya dukungan usaha, keterampilan, sarana produksi, pendampingan, serta penguatan kapasitas, para penerima manfaat diharapkan mampu menjalankan aktivitas ekonomi secara lebih produktif.
Dalam peluncuran Program Pendayagunaan Ekonomi Produktif Tahun 2026, terdapat lima program utama, yaitu Z-MART, Z-AUTO, Z-LAUNDRY, Z-BARBER, dan ZCD-Pro Tani.
Kelima program tersebut hadir dalam bidang yang berbeda, menyesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat. Namun, seluruhnya memiliki tujuan yang sama, yaitu membuka peluang usaha, menciptakan sumber pendapatan, meningkatkan keterampilan, dan mendorong mustahik menjadi pelaku usaha yang berdaya dan mandiri.
Z-MART menjadi salah satu bentuk pemberdayaan di sektor perdagangan. Program ini diarahkan untuk membantu penerima manfaat mengembangkan usaha perdagangan sehingga mampu menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Melalui penguatan usaha, Z-MART diharapkan tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima program, tetapi juga mampu berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan dampak bagi lingkungan sekitar.
Selanjutnya, Z-AUTO hadir di bidang otomotif dengan mengedepankan keterampilan dan peluang usaha. Program ini menjadi ruang bagi penerima manfaat untuk mengembangkan kemampuan di bidang otomotif sekaligus membuka kesempatan untuk membangun usaha secara mandiri.
Sementara itu, Z-LAUNDRY dikembangkan sebagai program pemberdayaan di bidang jasa. Selain memberikan peluang bagi penerima manfaat untuk memiliki usaha, program tersebut juga diharapkan dapat membuka kesempatan kerja dan menciptakan sumber pendapatan baru di tengah masyarakat.
Kemudian Z-BARBER menjadi bagian dari program pengembangan keterampilan dan kewirausahaan di bidang jasa pangkas rambut. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal bagi penerima manfaat untuk membuka usaha sendiri, meningkatkan penghasilan, serta membangun kemandirian ekonomi.
Adapun ZCD-Pro Tani menjadi program yang menyasar sektor pertanian dan peternakan. Program ini mendorong pemanfaatan kotoran hewan atau KOHE untuk diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi sektor pertanian. Tidak hanya membantu petani dan peternak, program ini juga membuka peluang pengembangan produk yang memiliki nilai ekonomi dan potensi untuk terus dikembangkan.
Dengan lima program tersebut, BAZNAS Kabupaten Kendal berupaya menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang tidak berhenti pada pemberian bantuan awal. Setiap program diharapkan dapat terus dikembangkan melalui proses pendampingan, penguatan kapasitas, pengembangan pasar, monitoring, dan evaluasi.
Peluncuran program tersebut dihadiri Pimpinan H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA, P.hD beserta jajaran, Sekretaris BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Drs. H. Ahyani, M.Si., Ketua BAZNAS Kabupaten Kendal Dr. H. Syamsul Huda,M.Pd.I beserta jajaran, pimpinan perguruan tinggi, mitra BAZNAS, para Ketua UPZ, serta para mustahik penerima manfaat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari semangat kolaborasi dalam memperkuat pengelolaan zakat di Kabupaten Kendal. Pemberdayaan ekonomi masyarakat membutuhkan sinergi berbagai pihak, baik pemerintah, BAZNAS, perguruan tinggi, mitra usaha, UPZ, maupun masyarakat.
Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari,S.E.,M.M memberikan apresiasi terhadap langkah BAZNAS Kabupaten Kendal yang terus mengembangkan penyaluran zakat melalui program-program produktif.
Menurutnya, potensi zakat akan memberikan dampak yang lebih luas apabila tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat.
“Melalui zakat produktif, bantuan diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif, tetapi dapat menjadi modal pemberdayaan sehingga manfaatnya semakin luas,” kata Bupati Kendal.
Menurut Bupati, program produktif memiliki tantangan tersendiri karena keberhasilannya tidak cukup hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan atau tersalurkannya bantuan. Lebih jauh, keberhasilan program perlu dilihat dari bagaimana usaha penerima manfaat berkembang dan memberikan perubahan terhadap kondisi ekonomi mereka.
Karena itu, keberlanjutan menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan program. Penerima manfaat perlu mendapatkan pendampingan agar bantuan yang diterima dapat dikelola dengan baik dan berkembang menjadi usaha yang produktif.
“Z-MART diharapkan semakin berkembang, Z-AUTO mampu melahirkan wirausahawan baru, Z-LAUNDRY membuka peluang kerja, dan Z-BARBER melahirkan pelaku usaha mandiri,” ujarnya.
Harapan tersebut menjadi dorongan agar setiap program memiliki dampak yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Bukan hanya menghasilkan kegiatan, tetapi juga menghasilkan perubahan.
Untuk ZCD-Pro Tani, Pemerintah Kabupaten Kendal berharap program tersebut dapat dikembangkan lebih jauh sehingga tidak hanya membantu petani dan peternak, tetapi juga menjadi salah satu potensi ekonomi baru di masyarakat.
Pengolahan KOHE menjadi pupuk organik menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat. Produk tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan sektor pertanian sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi.